Minggu, 06 Oktober 2013

Liburan Super di Timur Indonesia


!HEIHO

Kali ini gue mau berbagi sedikit tentang liburan super gue di Timur Indonesia dua bulanan yang lalu (tapi baru sempet dibagi sekarang :I huft). Super tiba-tiba, super nekat, super ajaib, super menyenangkan, dan super-super lainnya. Segitu supernya liburan ini sampe-sampe pas gue udah menginjak Tanah Papua pun, udah tidur semalem di sana pun, udah menghirup udara pagi di sana pun, udah liat langit pagi dan langit senja pulau kepala burung itu pun gue masih nggak percaya kalau gue udah nginjek tanah Papua

Sayang beribu sayang, ada hal yang bener-bener bikin gua nyesel banget di liburan kali ini. Hal itu adalah pantai dan keindahan bawah laut tanah ini, yang tidak bisa gue nikmati karena gue nggak bisa berenang. Gue cuma bisa duduk-duduk di pinggir pantai sambil ngeliatin yang lain pada snorkeling. Gue juga cuma bisa duduk di pinggir kolam dan berkhayal soal pemandangan bawah laut Papua waktu yang lain dapet kesempatan nyobain scuba diving (di kolam renang sih, tapi tetep aja mendatangkan sesal). Sedih rasanya, lalu gue mulai bercanda dan menyalahkan Nyokap karena waktu kecil tidak pernah memberikan gue les renang (padahal sendirinya dan suaminya alias Bokap gue, dua-duanya katanya dulu jago renang.. tapi nggak pernah ngajarin gue berenang).

Tapi, yang sudah terjadi biarlah terjadi. Sekarang, mari mengingat kembali dan nikmati sedikit keindahan Tanah Papua..

Oh ya, foto-foto ini nggak semuanya punya gue.. ada juga foto yang diambilnya sama temen-temen gue. Hasilnya JELAS lebih bagus dan jumlahnya lebih banyak :D

#TimurIndonesia

Kalau nggak salah sih ini di Timika
lupa dimana, tapi kayaknya sih Madiun
hari kedua









di belakang kita Ambon loh













Biak

lapangan yang keliatan dari rumah
Goa Jepang






like a boss haha di Monumen PD II






akhinya! pantai juga~
No~ov!!



ini foto keren banget kan??



di situs Goa Jepang
menjelang terbenamnya mentari







di Pantai Bosnik














Wamena 



touch down, Wamena

di pasar, ada yg pake Koteka ga ya?
















 
bunga abadi

ada si Upie!!



Dari Udara


foto dari udara favorit gue




nggak sempet ke sini sih, tapi tetep mau dipost aja

masih dari langit di timur negeri

dari langit di Timur Indonesia
breathtaking





Sabtu, 08 Juni 2013

INTP - 16 Personalities Test

Ikut tes kepribadian dan dapet hasilnya sebagai INTP (Introverted-iNtuitive-Thinking-Perceiving). Here's the description:
“Philosophers”, “architects”, “dreamy professors”… These epithets are most often used to describe the INTP personality type. INTPs love theories and believe that everything can be analyzed and improved. They are not that concerned about the real world and practical things – from the INTPs’ perspective, it is often less exciting than ideas and intellectual pursuits. People with this personality type have no difficulties noticing patterns where others cannot – this makes them brilliant theorists and analysts.
The accumulated knowledge is the most valued asset of any INTP. Imagine an immensely complicated clockwork which is constantly absorbing, processing and generating all kinds of theories – this is how the INTP mind works. People with the INTP personality type possess the most logically precise mind of all personality types – they can easily notice even the tiniest discrepancies between two statements, no matter how much time would have passed in between. It is a bad idea to lie to an INTP. They may appear dreamy sometimes, but this is not because their mind is resting – quite the opposite.
INTPs are enthusiastic and impartial when it comes to dealing with problems – they drill through the details and then develop a unique approach and ultimately a viable solution. INTPs are usually very intelligent and insightful people, able to remain unbiased in any situation. They absolutely love new ideas and theories and would never miss an opportunity to discuss them with other people – however, this never-ending thinking process also makes them look somewhat pensive and detached, as INTPs are perfectly able to conduct full-fledged debates in their own heads.
People with this personality type may also find it quite difficult to explain their thoughts to others, even when it becomes obvious that their theories are not easily graspable. INTPs may also move on to another topic before their co-workers or partners have figured out what the INTP wanted to say.
INTPs cannot stand routine work – they would much rather tackle a difficult theoretical problem. INTP personalities really have no limits when it comes to theoretical riddles – if there is no easy solution and the topic is interesting enough, an INTP can spend ages trying to come up with a solution.
INTP personalities are usually very shy and reluctant when it comes to meeting other people. However, INTPs can also be very friendly and confident when they interact with people they know well or talk about things that interest them. INTPs are flexible and relaxed in nearly all situations, except when their beliefs or logical conclusions are being criticized. In those cases, the INTP is likely to become very defensive and argue tirelessly.
Sharing many personality traits with other T types, INTPs do not really understand or value decisions based on feelings or subjective opinions. In their opinion, the only good solution is the logical solution – INTPs do not see a point in using emotional arguments. Such an approach preserves the “sanctity” of their intellectual method; however, this also makes it difficult for INTP personalities to understand other people’s feelings or satisfy their emotional needs.
Individuals with the INTP personality type are likely to be very open-minded and even eccentric. These traits, combined with their capacity for inventiveness and original thought, make up a very powerful mix – it is not surprising that INTPs are responsible for many scientific discoveries. An INTP is unlikely to care much about social expectations and the “usual” goals such as job security – however, they will do their best to find an environment where their creative genius and potential can be expressed.
One of the few bottlenecks that INTPs impose upon themselves is their restless fear of possible failure. No other personality type worries that much about missing a piece of the mental puzzle or overlooking some crucial fact that might lead to a better solution. Unlike their more confident INTJ or ENTJ cousins, INTPs could spend ages reflecting on their actions. Even when an INTP is arguing with someone, this should be taken with a grain of salt – they might as well be arguing with their own mind.

Pas kemaren banget selesai ngerjain tesnya dan dapet hasilnya, gue mikir kalau ini nggak gue banget. Tapi begitu dibaca lagi, GILA! ini gue banget. Mulai dari depan sampai akhir. Memang nggak semuanya sama persis, tapi kira-kira bisa menggambarkan diri gue.

Buat yang mau nyoba tes kepribadian berdasarkan Myers Briggs Personality Test.. bisa nyoba di laman ini http://www.16personalities.com/free-personality-test dan liat apa memang tesnya pas atau nggak. Memang sih, tesnya pakai bahasa Inggris dan agak menyulitkan bagi yang nggak berbahasa Inggris, tapi semoga suatu hari nanti ada yang adaptasi tes ini ke Bahasa Indonesia terus dibuat versi onlinenya :D

SELAMAT MENCOBA DAN MENGENALI DIRI..

Rabu, 29 Mei 2013

Every day you wake up in the morning.. remember this!

Everyday you're not dead in the ground. When you wake up in the morning, you're gonna have to make some decisions. Get to ask yourself this question "Am I gonna believe all the bad things the fools say about me today?". Aw right? (Constantine, The Help, 2011).

It made me cry.

Rabu, 08 Mei 2013

Lirik Lagu Imut (Cutie Song = 귀요미 송)

초코 머핀 한 조각 시켜놓고
고소한 우유 한잔을 가다려요
오빠하고 나하고 꼭 마주 앉아서
서로 손바닥 위에 예쁜 낙서를 하죠

한눈 팔지마 누가 뭐래도 내꺼 (내꺼)
다른 여자랑 말도 섞지마 난 니꺼 (난 니꺼)
새끼 손가락 걸고 꼭 약속해줘요
절대 나 혼자 내버려 두지 않기로

일더하기 일은 귀요미
이더하기 이는 귀요미
삼더하기 삼은 귀요미
귀 귀 귀요미 귀 귀 귀요미
사더하기 사도 귀요미
오더하기 오도 귀요미
육더하기 육은 쪽 쪽 쪽 쪽 쪽 쪽 귀요미 난  귀요미

한눈 팔지마 누가 뭐래도 내꺼 (내꺼)
다른 여자랑 말도 섞지마 난 니꺼 (난 니꺼)
새끼 손가락 걸고 꼭 약속해줘요
절대 나 혼자 내버려 두지 않기로

하나 둘 셋 눈 감고 내게 다가와
두 손으로 내 볼을 만지며 뽀뽀 하려는
그 입술 막고서

일더하기 일은 귀요미
이더하기 이는 귀요미
삼더하기 삼은 귀요미
귀 귀 귀요미 귀 귀 귀요미
사더하기 사도 귀요미
오더하기 오도 귀요미
육더하기 육은 쪽 쪽 쪽 쪽 쪽 쪽 귀요미 난  귀요미

한눈 팔지마 누가 뭐래도 내꺼 (내꺼)
다른 여자랑 말도 섞지마 난 니꺼 (난 니꺼)
새끼 손가락 걸고 꼭 약속해줘요
절대 나 혼자 내버려 두지 않기로

절대 나 혼자 내버려 두지 않기로



Awalnya nggak sengaja nih tau lagu ini, gara-gara obrolan di kelas Bahasa Korea Dasar B. Tapi kemudian pas gue cari-cari yutub, ternyata ini lagu emang lagi hits banget gitu ya di korea?

Gue sih gak terlalu suka, bahkan cuma denger sekali doang pertamanya. Eh tetiba si Linda Sundhoro minta ajarin lagunya, yawis tak cari deh itu lagu dan jadinya hapal. Haha, yah lumayanlah ya sambil ngelatih pelafalan..

Minggu, 05 Mei 2013

Post #23-sekian

Gue cuma mau kalian tahu bahwa hidup gue adalah bukti dari hidup kalian (Hudijana, 2013)

Kutipan ini diambil tanpa izin yang punyanya dari sebuah kalimat kicauan di twitter oleh salah satu temen di kampus. Waw, gue suka deh sama kalimat ini dan gue mau mendedikasikannya pada semua teman-teman gue, teman-teman terbaik yang pernah ada dalam hidup gue.. sama tentunya juga buat keluarga gue. *dipikir-pikir kok seolah-olah gue lagi bikin catatan terakhir gitu hemmmmm... tidak Tuhan, aku masih mau hidup. belum kawin nih, masih banyak yang pengen dikerjain, dan masih pengen pergi keliling Indonesia bahkan keliling dunia*

curcol: hari Minggu, finansial tipis, cuma bisa sarapan mi.. sepertinya gak akan ibadah raya demi kemaslahatan diri. tapi mari tetep bersyukur, karena beribadah itu tidak harus dilakukan di satu tempat saja yang penting hatinya. :p

Kamis, 02 Mei 2013

How I'd Love To Dance With My Father Again~

Beberapa hari lalu, gue liat video anak kecil nyanyi di Facebook, suaranya keren abis deh. Terus gue share videonya, terus beberapa hari yang lalu videonya tiba-tiba masuk Youtube dan trending gitu (walaupun nggak sebanyak itu sih yang nonton).

Yang  mau liat videonya, boleh cek link ini

Terus gue liat ternyata judul lagu yang dinyanyiin anak itu judulnya Dance With My father Again, dari Luther Van Dross. Gue cari lagunya dan terenyuh banget pas liat liriknya. Mata gue sampe berkaca-kaca, bahkan sampe netesin air mata segala (nggak nyampe nangis sesenggukan sih).

Banyak bagian liriknya yang bikin gue kangen sama bapak. Gimana dulu dia sering banget angkat-angkat badan gue terus muter-muterin gue, dan gue ketawa-tawa seneng meskipun udahannya ngerasa pusing. Gimana dulu dia dulu sering ngajak dan ngajarinnyanyi lagu Batak buat memupuk rasa ke-Batak-an gue dari kecil. Gimana dulu dia sering bonceng gue naik sepeda kalau mau sekolah.

Sekarang gue selalu sedih karena gue nggak sempet liat dia terakhir kalinya sebelum meninggal. Gue nyesel karena dia meninggal saat gue masih dendam sama dia yang dulu suka mukul gue dan adik gue (sekarang udah nggak, orang udah mati juga). Gue kangen banget sama bokap gue, bukan karena dia gini atau gitu, tapi karena dia bapak gue. Gue kangen sama dia.

Iri deh sama orang yang masih punya bapak, tapi gue pengen banget ngedamprat orang yang nggak suka sama bapaknya karena alesan ini dan itu. Pengen banget gue bilang sama mereka, "Mumpung bapak lo masih ada, sayangi dia baik-baik. Pepatah bilang seburuk apapun bapak lo, dia tetep bapak lo. Itu bener banget. Dan lo akan sangat merindukan sosoknya saat dia udah nggak ada. Lo akan sangat menyesal kalau lo sayang bapak lo setelah dia nggak ada, seperti gue." Tapi sayangnya, berapa kalipun gue menyampaikan ini (meskipun secara implisit), nggak ada yang mau denger gue. Mungkin mereka seperti gue dulu, yang nggak pernah berpikir kalau hidup itu bisa berakhir kapan saja selama maut menggunakan kesempatannya untuk mengakhiri hidup itu. Ah, kok gue malah jadi ngoceh yang macem-macem meleber kemana-mana. Udah ah, gue mau kuliah dulu.

Gambar dari Google

Oh ya, ini lirik lagunya....

Back when I was a child 
Before life removed all the innocence
My father would lift me high
And dance with my mother and me
And then
Spin me around 'till I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure
I was loved

If I could get another chance
Another walk
Another dance with him
I'd play a song that would never ever end
How I'd love love love
To dance with my father again

When I and my mother
Would disagree
To get my way I would run
From her to him
He'd make me laugh just to comfort me
yeah yeah
Then finally make me do
Just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he
Would be gone from me

If I could steal one final glance
One final step
One final dance with him
I'd play a song that would never ever end
Cause I'd love love love to
Dance with my father again

Sometimes I'd listen outside her door
And I'd hear how mama would cry for him
I'd pray for her even more than me
I'd pray for her even more than me

I know I'm praying for much to much
But could you send back
The only man she loved
I know you don't do it usually
But Dear Lord
She's dying to dance with my father again

Every night I fall asleep
And this is all I ever dream
http://www.lyrics007.com/Luther%20Vandross%20Lyrics/Dance%20With%20My%20Father%20Lyrics.html diakses tanggal 2 Mei 2013, pukul 06.10

ps: SELAMAT HARI PENDIDIKAN NASIONAL, SEMOGA PENDIDIKAN KITA SEMAKIN MAJU. SEMOGA GUE BISA LULUS KAUP DAN MATA KULIAH LAINNYA, BISA SKRIPSI DAN WISUDA. #eh HEHEHE AMIN AJA DEH POKOKNYA


Sabtu, 27 April 2013

Sinofest UI 2013, Terima Kasih Sudah Mendatangkan Sheila on 7!!

Serius, gue berterima kasih banget sama mereka! Pertama kali gue tau kalo bintang tamunya itu Sheila on 7, gue langsung membulatkan tekad untuk dateng ke sana gimanapun caranya! Meskipun gue harus meninggalkan teman-teman gue yang lagi pusing gara-gara ngerjain KAUP, gue tega!

Jam 4an sore-sore gue baru balik dari kampus dan masih harus ngerjain KAUP. Sampe jam 6.45 kerjaan gue masih belum kelar, padahal katanya band pembuka tampil jam 6.30 (yang gue yakin sih pasti ngaret jadi gue agak santai gitu meskipun udah lewat 6.30). Terus gue inget kalo acaranya ini pake tiket, jadinya gue meminta ijin pamit pada temen-temen gue karena gue mau nonton Sinofest. Gue sampe naik ojek segala karena ternyata udah jam 7 dan katanya Sheila tampil jam 8. Begitu sampe sana ternyata bahkan BDS pun belum mulai main.

Terus gue mengantri mau beli tiket. Eh baru nyampe depan meja pembelian tiketnya, panitianya bilang kalo tiket kertasnya udah sold out. Untungnyaaa, mereka menyediakan tiket cap dan gue kebagian! Yippie~ kesampaian juga akhirnya nonton Sheila on 7 LIVE!!, begitu pikir gue.
ini dia tiket capnya, sengaja belum gue apus
Karena gue pergi sendirian, yah jadinya gue pun jalan sendirian sepanjang jalan menuju area panggung. Sementara orang lain pada jalan sama pacarnya atau temen-temennya rame-rame. Lebih sedih sih pas band-band itu udah main. Karena pas mereka masih siap-siap dan membuat kita penontonnya nunggu, yang lain tuh bisa ngobrol sama orang terdekatnya.. sementara gue hanya bisa ngobrol via watsap atau main game. 

Well tapi gapapa sih, toh bukan itu yang jadi fokus gue saat ini. Gue lebih pengen menikmati hidup selama masih bebas sebelum nanti dilarang-larang pergi ke sini atau ke situ, atau kudu makan hati terus-terusan *bukan karena masokis* *oops*. Bersenang-senanglah, karena masa ini akan kita rindukan kata Sheila on 7 juga..

Terus setelah sampai ke area panggung, ternyata BDS Rock 'n Roll atau Berontak Dalam Sempak ternyata baru mulai main. Gue merasa beruntung karena sempat menyaksikan mereka, karena salah satu alesan gue pengen nonton juga adalah pengen nonton mereka.

Sehabis BDS, tampillah Tribute To Sheila. Gue gatau ini band apaan dan nggak pernah denger juga namanya, tapi rupanya ini band yang memang sengaja menyanyikan lagu-lagunya Sheila on 7.

Habis Tribute To Sheila, keluar deh tuh salah satu band yang jokes-nya lumayan lucu menurut gue, namanya Karolina. Gue udah beberapa kali sih denger nama band ini, tapi baru sekali ini aja sempet nonton. Beneran deh ternyata band ini bagus juga. Sesaat sebelum lagu terakhir, si vokalisnya yang udah liat kita ga sabar nungguin Sheila on 7 keluar, bilang gini: gue tau kalian semua di sini nungguin Sheila, tapi plis kasih kita kesempatan lima menit aja untuk proof kalo lagu kita juga bagus. Well, mereka nggak salah ngomong ternyata. Musik mereka memang bagus. Gue paling suka dari antara lagu yang tadi itu Menunggu Dirinya, sebuah lagu yang sebenernya liriknya cukup galau-in tapi musiknya nggak lantas jadi mellow  mellow selow gitu.

Lalu muncullah yang namanya Hamba Allah. Gue juga baru pertama kali nonton band ini tampil, meskipun gue tau band ini udah sering banget nampil di acara-acaranya UI. Kirain ini band rock atau metal macam BDS, gataunya ini band koplak macam orkes dangdut. Anggotanya pada koplak-koplak lagi.. -_- tapi seru sih karena mereka bisa bikin kita-kita penonton ketawa dan sejenak melupakan kalo kaki udah pegel-pegel nungguin si artis utama.

Jam 10-an, akhirnyaaaa Sheila on 7 muncul. Langsung deh pada heboh semua teriak-teriak.



Mereka tampil sekitar satu jam. Puas nggak puas sih sebenernya. Nggak puas karena gue pengen lebih lama lagi mendengar suara ganteng-nya Duta. Tapi sekaligus puas karena, man.. gue bisa nonton Sheila on 7 dengan hanya 25 ribu rupiah saja!! Sepanjang acara tuh gue bener-bener salut sama yang bikin acara, sama panitianya yang bisa menarik begitu banyak sponsor buat acara ini. Terus yang koplak itu karena langit sepanjang hari ini baik-baik aja, nggak hujan.. si MC-nya itu jadi nyombong gitu terus ngeledekin acara fakultas lain yang setiap diadain pasti turun ujan siang harinya. Acara apa? Sebut saja acaranya JGTC.. :p

Dari mungkin sepuluh lagu yang dinyanyiin, hampir semuanya lagu yang paling gue suka. Yah mungkin ada satu atau dua lagu yang gue gak tau itu lagu apa.. Pokonya gue seneng banget hari ini. Terus di akhir acara panitianya menyalakan kembang api.. bagus deh..

      

Pokoknya Sinofest Sastra China Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya keren! Terima kasih banget sudah mewujudkan salah satu mimpi saya :D


Jumat, 26 April 2013

Kokologi, Cara Seru Mengetes Kepribadian :)

Kokologi nih. Bukan patokan yang valid dan bisa dipercaya sih untuk mengukur kepribadian, tapi lumayan lah buat mainan. Jawabannya bisa benar bisa juga salah sama sekali. Siap? Here we go...

Bayangkanlah..

Anda pergi ke suatu hutan, terus di hutan tersebut melihat suatu gubuk pada gubuk tersebut anda melihat suatu pintu..

1. Pintu itu...?
a. Terbuka
b.Tertutup

lalu anda masuk kegubuk dan anda melihat sebuah meja..

2. Bentuk meja itu..?
a. Bulat
b. Kotak
c. Segitiga

lalu anda melihat sebuah pot yang sedang tergantung di sekitar ruangan ..

3. Terbuat dari apakah pot itu..?
a. Guci,keramik atau tanah liat
b. Plastik
c. Besi

4. Berapa banyakkah air didalamnya?
a. Penuh
b. Setengah
c. Kosong

Lalu anda keluar dari gubuk tersebut saat berjalan anda melihat sejumlah kunci...

5. Terbuat dari apakah kuncinya?
a.Emas
b.Perak
c.Besi

6. Berapakah jumlah kunci itu..? (pilih angka 1 sampai 10)

Lalu anda berjalan kedepan dan anda melihat air terjun. Air terjun tersebut mengalir..

7. Berapakah derasnya aliran air terjun itu?
(pilih angka 1-10 semakin tinggi angka yang anda pilih aliran air semakin deras)

Lalu anda berjalan kesebelah kanan anda melihat sebuah istana. Anda masuk kedalam istana itu..

Didalam istana terdapat dua buah kolam..

Di kolam yang pertama terdapat sejumlah koin yang terbuat dari emas tapi airnya kotor...

Di kolam kedua terdapat banyak sekali koin yang terbuat dari perak dengan air cukup bersih ..

8. Pada situasi tersebut apa yang anda lakukan
a. Mengambil koin emas pada kolam pertama
b. Mengambil koin perak pada kolam kedua
c. Tidak mengambil apa2

Lalu anda keluar dari istana tersebut dan melihat sebuah kotak harta karun ...

9. Ukuran kotak tersebut
a. Besar
b. Sedang
c. Kecil

Disekitar daerah tersebut anda melihat seekor kuda dan sebuah kotak besar ..
Tapi tidak! Tiba-tiba tornado datang ..

10. Apa yang anda lakukan?
a. Berlari menggunakan kuda
b. Masuk kedalam kotak besar
c. Berlari ketempat yang lebih aman.

Nah setelah jawab pertanyaan-pertanyaan di atas, ini dia hasilnya..

1. Pintu...

Terbuka: Berarti anda orang yang terbuka pada sapa saja
Tertutup: Anda orangnya tertutup

2. Bentuk meja ..
Bulat: Anda berteman dengan siapa saja
Kotak: Anda selektif dalam berteman
Segitiga: Sangat pemilih dalam berteman

3. Bahan pot ..
Guci, keramik atau tanah liat: rendah hati dan berperasaan
Plastik: fleksibel
Besi: Keras kepala dan egois

4. Isi pot ..
Penuh: Cita-cita anda sudah tercapai
Setengah: Cita-cita baru tercapai sebagian
Kosong: Cita-cita anda belum tercapai

5. Kunci terbuat dari ..
Emas: Berjiwa besar, penolong dan ramah
Perak: Percaya diri, kreatif
Besi: Anda orang biasa2 aja

6. Jumlah kunci ..
1-10: Angka (1-10) menunjukkan jumlah teman/sahabat terdekat
yang anda miliki.

7. Derasnya aliran air terjun menunjukkan gairah seks yang anda miliki ..
1-10: Semakin tinggi angka yg anda pilih semakin tinggi pula gairah seks yg anda miliki

8. Koin di kolam..
a. Mengambil koin emas di kolam pertama: Anda orangnya matre/komersil dan mengutamakan kekayaan dalam mencari pasangan.


b. Mengambil koin perak pada kolam kedua: Anda memilih pasangan berdasarkan fisik/tampangnya


c. Tidak mengambil apa2: Anda menerima pasangan apa adanya.

9. Ukuran kotak menunjukkan ego yang ada miliki ...
Besar: Egois
Sedang: Biasa aja
Kecil: Baik hati

10. Yang anda lakukan jika anda menghadapi masalah ..
Berlari menggunakan kuda: Membahas masalah tersebut bersama pasangan atau sahabat untuk penyelesaiannya.
Masuk kedalam kotak besar: Memendam masalah tersebut.
Berlari ketempat yang lebih aman: Menyelesaikan masalah sendiri





The end.


Well, gue juga ikutan menjawab kokologi ini. Tapi hasilnya nggak semuanya tepat *wajar orang tesnya nggak valid juga*. Dari pertanyaan pertama aja udah nggak pas, soalnya dia bilang gue orangnya terbuka sama siapa aja. Gue introvert begini dibilang terbuka -_-.

Tapi ada yang gue ga suka bukan karena tidak pas tapi karena pertimbangan gue saat memilih jawaban itu yang beda. Yaitu yang pertanyaan nomor 8, gue menjawab 'mengambil koin emas di kolam yang kotor'. Saat memilih jawaban itu, gue kira analisanya akan bilang kalau gue orangnya 'bisa melihat yang terbaik dari orang lain', ternyata bukan itu. Karena pertimbangan gue memang itu. Pikirin aja, kalau gue memang orangnya hanya matre belaka dan tidak mau merepotkan diri sendiri, mendingan gue ambil perak di kolam yang bersih, tapi gue malah mengambil emas di kolam yang kotor yang meskipun emas tetep butuh usaha gue untuk bisa jadi 'emas bener'.


Tapi seru sih biarpun ada yang ga pas. Dulu ada banyak banget mainan kokologi yang gue tau, tapi sekarang udah pada lupa.

Rabu, 17 April 2013

KDP, Aniaya atau tanda cinta?



Selamat malam semuanya, atau sore atau siang atau pagi atau subuh bahkan bagi siapapun di luar sana yang membaca blog ini. Kali ini gue mau post tentang Kekerasan Dalam Pacaran (KDP).

Kenapa?
Yah karena memang fenomena ini ternyata sudah cukup lama terjadi, cuma baru beberapa tahun belakangan ini aja digolongkan sebagai salah satu bentuk tindak kekerasan terhadap manusia lain *itu se-sok-tau gue aja sih, so cmiiw*

Kok tumben bikin post yang agak bener?
Gapapa sih, cuma pengen berbagi aja dari apa yang gue dapatkan baik dalam kuliah atau hidup sehari-hari, dan terlebih karena sekarang gue sedang jadi relawan di Yayasan Pulih yang memang mengangkat isu-isu kekerasan pada perempuan (ga tertutup kemungkinan terjadi juga pada laki-laki) makanya gue memutuskan untuk membuat post soal ini. Begitu....

Kenapa sih gue milihnya post soal KDP dulu?
Karena dari fenomena yang gue liat, banyak orang yang gak merasa (atau kalopun mereka merasa, mereka cenderung menyangkal) kalo mereka sedang jadi korban dari tindak kekerasan dalam pacaran. Kok bisa begitu? Wajar, karena dari apa yang gue liat sih, bentuk perilaku/tindak kekerasannya itu sendiri sangat subtle, artinya gak kentara dan gak tampak seperti kekerasan, bahkan kadang dianggap sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang dari sang pacar.. makanya wajar kalo ada juga yang tidak menyadari sedang jadi korban KDP.

Nah, apa sih KDP itu?
Segala bentuk kekerasan, perilaku mengontrol, dan agresif yang terjadi dalam hubungan pacaran.

Apa aja tuh bentuk tindakannya?
            Macem-macem, mulai dari verbal, emosi, fisik, dan/atau seksual. Contohnya gak ngebolehin pacarnya bergaul dengan orang lain (kalo dari apa yang gue liat sih biasanya nggak ngebolehin bergaul sama lawan jenis), memaki, cemburu buta, mengancam kalo keinginannya gak diturutin (ngancem diputusin misalnya atau apa gitu), memukul, sampai memaksa meraba, mencium, atau bahkan melakukan hubungan seksual.

Siapa yang bisa jadi pelaku KDP?
            Biasanya sih laki-laki, tapi bukan berarti gak ada perempuan yang jadi pelaku KDP loh.. ada juga perempuan yang melakukan tindak KDP sama pacarnya hanya jumlahnya memang sangat sedikit. Kenapa lebih banyaknya laki-laki itu karena tindak kekerasan dianggap sebagai sesuatu yang maskulin atau macho. Kalo di kelas Paradigma Feminis sih pernah dibilang juga kalo itu salah satu cara yang diyakini laki-laki harus dilakukan untuk mendapatkan power atau kekuasaan atas perempuan—akibat dari budaya patriarki sih kalo kata dosennya.

Kalo korbannya?
            Korbannya pun sama seperti pelakunya, biasanya sih perempuan, tapi bisa juga terjadi pada laki-laki.

Kenapa bisa seseorang jadi korban KDP?
Karena biasanya mereka ngerasa itu sebagai bentuk kekerasan. Pepatah aja sampai bilang: cemburu tanda cinta, katanya. So, wajar kalo ada orang yang pacarnya udah cemburu buta sampai mengekang hak-haknya tapi gak nganggep itu sebagai sesuatu yang mengganggu dan malah nganggep kalo itu tuh perwujudan rasa cinta dari pasangan. Makin cemburu ya artinya makin cinta.
Padahal, kalo menurut Erich Fromm cinta itu: union with somebody or something outside oneself, under the condition of retaining the separateness and integrity of one’s own self (Fromm, 1981). Fromm percaya kalo yang namanya cinta itu saling berbagi satu sama lain, tanpa menghilangkan kebebasan dan integritas salah satu. Cinta itu memadukan dua orang menjadi satu, tapi tetap dua. Artinya membatasi lingkup pergaulan pacar, melarang pacar melakukan ini atau itu, sering ngambek sama pacar itu bukan tanda cinta. Tapi jangan salah kaprah! Bukan berarti kalo pacar melarang atau cemburu artinya mereka sedang melakukan tindak kekerasan. Perilaku-perilaku yang katanya ‘tanda cinta’ itu menjadi tindak kekerasan kalo dilakukan untuk meraih power atas orang lain.

Nah, tadi ‘kan udah disebutin kira-kira apa aja bentuk tindak kekerasannya, sekarang gue sebutin jenis-jenis kekerasannya secara umum..
  • Kekerasan fisik. Perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit secara fisik, jatuh sakit, atau luka berat. Contohnya memukul, menendang, menyundut dengan rokok, mencekik, dll. 
  • Kekerasan psikis. Perbuatan yang menyerang psikologis korban, yang menyebabkan ketakutan & hilangnya rasa percaya diri. Contohnya kekerasan verbal (penghinaan), dilarang berhubungan dengan keluarga atau teman, harus selalu lapor pada pacar pergi kemana-dengan siapa-apa yang dilakukan, sering membatalkan janji untuk alasan yang nggak jelas, cemas atau takut bikin pacarnya marah, sering melewatkan acara-acara penting dengan teman atau keluarga, hampir selalu menemani pacar setiap saat. Jenis kekerasan ini sih yang biasanya banyak terjadi dan gak disadari.
  • Kekerasan ekonomi. Terus-terusan minjem uang dengan janji-janji, membatasi/melarang/memaksa pasangan untuk bekerja.

Kalau ada temen atau saudara atau anak kita atau mungkin diri sendiri pernah/sedang mengalami salah satu dari contoh-contoh di atas, maka dia/Anda butuh dukungan dan bantuan kita untuk bisa lepas dari situasi tersebut.

Kenapa harus dibantu? Karena biasanya korban itu mengalami kesulitan untuk bisa melepaskan diri dari pelaku, gara-garanya: dia merasa terlalu sayang dan cinta sama pacar, takut pacar marah dan malah menyakiti kalo ditinggalin, gabisa bedain antara romantis dengan cemburu dan posesif, ada temen yang ngeharusin dia punya pacar dan mempertahankan hubungan, dia ngerasa kesepian dan gak deket sama keluarga, atau merasa gak pede dan gak berharga.

Apa yang bisa dilakukan?
1.      Jangan salahin dia karena gabisa lepas dari pelaku
2.      Bilang baik-baik sama dia kalo kita sebagai orang terdekat itu khawatir sama dia
3.      Tawarin dia buat cerita masalahnya sama kita dan jadilah pendengar yang baik
4.      Tanya dia gimana caranya kita bisa bantu dia. Lalu ajak dia buat cari bantuan (pihak sekolah, dokter, polisi, LSM, atau psikolog).
5.      Cari informasi selengkap mungkin tentang KDP dan lembaga yang bisa kasih pendampingan untuk korban kekerasan.
6.      Kasih informasinya sama dia dan bantu dia bikin rencana penyelamatan diri.
7.      Cermati perilakunya.
8.      (Yang paling penting, menurut gue) Tetap sabar, memahami, dan mendukung dia karena penyelamatan diri ini prosesnya bisa panjang banget dan makan waktu, tenaga, pikiran, bahkan mungkin dana yang lumayan

Perhatiin, hal-hal ini gaboleh dilakukan! Yaitu,
  • Sikap menilai dan menyalahkan (ingat poin 1)
  • Terburu-buru dan maksa dia buat melakukan atau memutuskan sesuatu (ingat poin 8)
  • Mengkritik dia (ingat poin 2)
  • Konfrontasi langsung pacarnya karena itu bisa membahayakan dia (ingat poin 8)

Kalau kita sama sekali ngerasa ga sanggup bantu dia, minta bantuan dari orang lain misalnya guru atau lembaga yang memang biasa ngasih pendampingan buat korban kekerasan, misalnya Yayasan Pulih.

YAYASAN PULIH – Untuk Pemulihan dari Trauma dan Intervensi Psikososial
Hotline             : 088-8181-6860 atau 021-982-86-398
www.pulih.or.id

Minggu, 14 April 2013

Always.

Don't tell me now you've grown to care for him, Severus. After all this time? | Always (Dumbledore & Snape, Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2).

Do not pity the dead, Harry. Pity the living, and above all, all those who live d without love (Dumbledore, Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2).

 ***

Kutipan-kutipan di atas adalah dua dari sekian banyak kutipan Harry Potter yang gua suka banget. Yang paling atas sih yang gua paling suka, dari semuanya (ketujuh seri-nya). Gua sampe nangis bahkan waktu nonton itu dulu. Siapa coba pernah nyangka kalau Snape itu jahat sama Harry cuma sebagai kedok doang. Dan betapa ternyata Harry itu disayang sama Snape kayak anaknya sendiri, demi cintanya sama Lily. Snape itu bentuk dari pepatah: cinta itu tak harus memiliki. Segitu cintanya sama Lily bahkan meskipun Lily menikah sama James. Segitu cintanya sama Lily sampai rela ngasih kesetiaannya sama orang lain demi menyelamatkan orang yang dia cintai dan keluarganya dari tuannya yang mau membunuh mereka. Manis banget, buat gue sebagai pembaca.. meskipun kalau ada orang yang ngalamin kayak gitu kayaknya sih pahit nasib cintanya.
Ada nggak ya orang yang mau mencintai gue sampai segitunya? Well, kalau gue sih mungkin gue mau. Kalau memang orangnya layak untuk gue cintai sampai segitunya.

Rabu, 20 Maret 2013

Napak Tilas Itu Seru Ternyata

"Coba deh kalian napak tilas gitu, apa saja kebaikan dan kejahatan yang sudah gua lakukan hari ini. Pasti seru.."

Kalo nggak salah begitu yang pernah gua denger dari salah seorang dosen. Awalnya gua mikir kayak "yang bener aja lo, dos? napak tilas banget?" gitu. Tapi terus kemaren gua secara sengaja tidak sengaja melakukannya. Gua "hitung" tuh kebaikan dan kejahatan yang sudah gua lakukan hari itu. Terus ternyata lebih banyak kejahatannya (seperti seharusnya). Kenapa seperti seharusnya? Karena memang aneh juga kalau ternyata lebih banyak kebaikan daripada kejahatan yang gua lakukan hari ini. Bahkan sama diri gua sendiri aja lebih banyak kejahatannya daripada kebaikan.

Terus pas napak tilas buat hari kemaren itu, eh malah ikut keingetan kebaikan dan kejahatan yang gua lakukan di hari sebelumnya dan sebelumnya-sebelumnya lagi. Dan gua jadi agak capek juga sih. Kalau bukan karena baca komik dan ketiduran, mungkin susah berhentinya itu napak tilas gua.

Setelah di-napak tilas, ternyata kejahatan yang paling sering gua lakukan adalah "thinking out loud" yang kalo didenger orang jatohnya malah jadi sarkasme. Gua malah jadi ngomong "jablay dasar lo", "goblok lo", "bego lo" atau apa yang ujungnya "... lo" gitu-gitu. Gua banyak menghina orang (nggak nyadar ini orang kalau dirinya sendiri juga hina-able *self-talk*).

Kemaren gua inget tuh bilang "goblok" ke Afa, Gina, Nezza, Rianty, dan Runti *yang gua inget itu*. Terus gua bilang "jablay" sama temen-temen kelompok KAUP gua. Terus bilang "gendut" sama Billy, eh sama si Nezza juga. Terus yaudah gua minta maaf tuh, sama Nezza karena dia orang yang paling sering gua bully kalau kata Manto, padahal sebenernya enggak. Lebih banyak Billy atau Runti atau temen-temen kelompok gua kali, kan mereka yang paling banyak berinteraksi sama gua. Gara-gara si Nezza bukan orang yang sering berinteraksi sama gua makanya gua minta maaf di Line. EEH dia bilang "nyantai aja, gua aja ga inget" gitu.. Gua malah jadi bingung, lah gua minta maaf sama dia bukan karena beneran mau minta maaf, tapi karena gua mau minta maaf sama diri sendiri. Jadi dengan gua minta maaf sama dia, gua berusaha memaafkan diri sendiri gitulah. Hahaha tapi yaudahlah, kalau dianya aja ga inget juga gapapa :p

Gua barusan habis minta maaf sama kelompok KAUP gua juga karena sering sarkasme yang kasar, tapi gua tambahin di belakangnya catatan yang paling penting bahwa
permintaan maaf dari gue ini bukan berarti kalau kelakuan buruk gue akan berkurang atau gimana. hanya formalitas belaka saja itu
Hahahaha. Jadi besok-besok mungkin gua akan sering ngirim watsap atau line minta maaf sama orang. Walaupun itu tidak berarti gua akan berubah hihi :D Eh jadi inget buddhist prayer of forgiveness yang pernah di share temen gua di facebook, walaupun nggak sama dengan apa yang gua doakan pikirkan atau lakukan, tapi doanya bagus jadi gua suka.

Doanya bagus kan?

Rabu, 06 Februari 2013

The Reason Why First Loves Are Unfulfilled

The reason why we think first love is beautiful is not because people we first love were actually handsome or pretty. It's because we were unconditional, innocent, or a bit stupid at the time of first love. And because we know that we can never go back to that young, passionate time of our days.

First love is a bit rash. Without any calculation, we throw ourselves with passion and finally come to face failure. But it is at the same time dramatic. It comes with inexplicable feelings that we never get to experience again. So first love becomes the most dramatic moment of our lives. It's okay to fail. Tragic stories stays longer than 'happily ever after'. It's nice to have that wonderful story as one chapter of one's life.

First love is a period of time. It never comes back. If the next love  comes, time has to yield for that new love. It might not be as innocent as the first love, but it would be a little more mature, due to the pain suffered with the first love.

A person who dreams of love, is the one who waits. And a person who waits can recognize the love when it comes near him.

After the romance, the real life comes in. Innocence gets dirty, passion gets cold, and youth gets old with cleverness. So first love becomes part of one's exhausted daily life. That's why first love looks like it can't be accomplished. Because no one talks about a successful romance with first loves.

(Yoon Yoonjae, 2012, tvN Original Drama: Reply 1997 eps. 16)

Sabtu, 26 Januari 2013

Kabhi Khushi Kabhie Gham Part 2

Kalau post sebelumnya itu narasi yang muncul di awal film, post ini isinya kutipan-kutipan dialog/monolog yang gua suka dari film ini

1. If you want to be someone in life, if you want to achieve something, if you want to win, always listen to your heart. And if your heart doesn't give you any answers, close your eyes and think of your parents. And then, you will cross all the hurdles.. all your problems will vanish, victory will be yours. Only yours.

2. Life offers you many paths to choose from. You must always choose the one that is right, the one where you don't have to bend, where you don't fall. Never take a step in life that will bring shame to your family name or prestige. Anyone can make money, but earning respect is not everyone's cup of tea.

3. My father always says that no one becomes small by asking for forgiveness. And the one who forgives owns a big heart.

4. Ever since I can remember I have loved you. Loved you very much. But it isn't your fault. Just because I dreamt of marrying you, doesn't mean you have to marry me. And if you worried that I will miserable, yes I will be. I will feel very bad, it will hurt a lot to. But life doesn't stop, does it? Perhaps a few years from now I can laugh at the fact that I love you who could not become mine. Because he was never mine. And my love story remained incomplete. But do me a favor, please complete your love story.

5. Where did I think, Dad? I didn't think at all. I just loved.. love.

Kabhi Khushi Kabhie Gham

Why is that a father is never able to tell his son how much he loves him? He's never able to embrace him and say 'I love you mu son'?

And the mother? She keeps repeating it, whether her son listens to it or not.

But that doesn't mean a father loves his son any less.

No one can fathom the amount of love that a mother has for her son, not even the mother. Because there is no measure for a mother's love. It's an emotion that can only be felt, a mother's emotion.

Note: ini adalah narasi yang diucapin sama pemeran Papa dan Mama Rahul (Amitabh Bhachan & istrinya), di film Kabhi Khushi Kabhie Gham yang udah entah untuk keberapa kalinya gua tonton. Gua suka banget sama kalimat yang di-bold itu. :)

Minggu, 20 Januari 2013

Twitter

Nama
(Twitter) @blablabla

Begitulah yang belakangan ini gua sadari terjadi di berbagai layar televisi negeri kita (atau jangan-jangan negeri lain juga?). Dulu, waktu twitter baru booming, cuma acara-acara aja yang ada akun twitternya dipampang di layar tivi, itupun nggak semua acara punya. Sekarang, hampir semua acara punya akun twitter sendiri yang namanya bakal dipajang di layar, bahkan akun twitter pembawa acaranya pun ikutan dipajang juga. Sekarang ini rasanya akun twitter itu udah jadi suatu kebutuhan tersendiri untuk dicantumkan sebagai identitas seseorang.

Waktu twitter belum booming dan facebook masih merajai dunia maya negeri ini, kayaknya nggak ada yang kayak begitu, pemasangan akun twitter di layar kaca maksudnya. Mungkin karena memang nama facebook nggak cuma bisa dipakai satu orang makanya gitu. Kalau twitter kan satu orang satu dan nama yang sama nggak mungkin dipakai sama orang lain kecuali salah satu udah ngehapus akunnya. Mungkin karena itu akun twitter bisa dijadiin identitas seseorang.

Gak ada masalah sih buat gua, mau orang jadiin akun twitternya buat identitas atau nggak. Gua cuma amazed aja sama gimana social media sekarang seolah-olah udah berubah 'kasta' kebutuhannya, dari sekunder MUNGKIN jadi primer.

Rabu, 09 Januari 2013

Film Bermutu Bisa, Kenapa Nggak Dengan Serial? :)

Nonton Sedap Malam di RCTI malam ini karena ada pemain dari film '5cm'. Mereka bilang kalau film mereka sampai sekarang (hampir sebulan) masih menduduki urutan pertama film dengan penonton terbanyak. Fedi Nuril bilang kalau film ini bahkan penjulannya melebihi penjualan tiket untuk film Hollywood yang sekarang tayang di bioskop dan itu bukti nyata kalau film kita masih bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Gua juga setuju banget sama apa yang dibilang. Film Indonesia itu masih banyak peminatnya, yang penting filmnya bermutu baik. Jadi, kalau film bermutu sudah banyak yang merintis dan terbukti berhasil, kenapa tidak dengan serial Indonesia? Pasti bisa juga serial bermutu memenangkan hati masyarakat kita.

Note: gua kenapa berapi-api gini ya soal serial Indonesia yang bermutu? Haha. Entahlah. Mungkin gua benar-benar rindu hal ini jadi kenyataan. :)

Butuh Tontonan Cerdas dan Mencerdaskan

Jadi, beberapa hari yang lalu gua baca status salah satu teman di Facebook yang isinya tentang tontonan anak-anak di luar negeri yang 'ngajarin' tentang penelitian, observasi, dan tata cara/aturannya gitu lah atau semacamnya. Di ujung statusnya dia nanya, kalo di Indonesia sinetron anak-anak (contoh Putri Bidadari) itu isinya apa ya? Gitu. Hahaha pas baca rasanya pengen bilang setuju banget sama dia.

Tadi, sekitar satu jam yang lalu, gua post status di Facebook yang intinya gua pengen banget tontonan di Indonesia itu bisa lebih mencerdaskan. Oke, berita-berita gitu atau talkshow mungkin ada beberapa yang mencerdaskan, tapi masih banyak yang nggak. Tapi dari semua jenis tontonan, yang paling-paling gua pengen untuk menjadi lebih cerdas adalah sinetron.

Gua suka banget nonton sinetron, dulu. Sepuluh tahun lalu menurut gua sinetron Indonesia itu masih bisa dibilang bagus. Kenapa? Karena ditayangkan satu kali seminggu, ceritanya lebih serius, penampilan (akting) para pemainnya masih sangat baik, dan sinematografinya juga masih bagus (karena dikerjakan dengan serius dan nggak diburu-buru waktu tayang). Ide ceritanya mungkin kurang lebih sama dengan yang sekarang ada, tapi lebih sedikit delay dan adegan dramatis yang lebay.

Sejak sinetron Indonesia itu striping, gua merasa semakin banyak kemunduran dalam sinetron Indonesia. Jumlah episode yang makin banyak cuma jadi satu-satunya 'kemajuan' yang ada menurut gua. Dulu, ada sinetron Tersanjung yang jilidnya dari 1-6 dan masih ada sekuelnya dengan judul yang beda yang tayang sejak gua masih di TK sampai gua SMP. Tapi dari durasi tayang yang lebih dari 6 tahun itu, jumlah episodenya cuma sekitar 300an. Beda dengan sinetron sekarang yang bisa tayang setiap hari selama satu tahun penuh dan masih di lanjut jilid berikutnya di tahun berikutnya. -_- Tapi anehnya masih aja banyak iklan yang mensponsori tayangan-tayangan macam ini, walaupun nggak bermutu. Kenapa ya?

Jaman dulu, sinetron itu kalo waktu tayangnya sejam yaudah sejam aja, termasuk iklan. Jadi kalo dipotong iklan mungkin durasinya paling cuma 45 menitan aja. Jaman sekarang? Gua bahkan pernah nonton salah satu sinetronnya Nikita Willy *lupa judulnya apa* yang tayang dari jam 8 malem(?) sampe jam 11 malem. Gila banget! Tapi katanya rating sinetron itu yang paling tinggi, dengan durasi 3 jam. Ckckckck ._.

Dulu gua nonton drama seri Taiwan, dan takjub sama mereka yang bisa bikin serial yang jumlah episodenya cuma belasan atau 20an. Pokoknya nggak sebanyak jumlah episode sinetron deh. Terus drama Korea mulai marak dan gua juga suka. Mereka juga sama, satu drama bisa masukin nilai-nilai dan konflik-konflik yang menarik dalam beberapa belas episode aja. Dorama Jepang juga begitu. Serial dari US juga begitu. Bahkan nggak cuma durasi dan jumlah episode aja yang bikin gua takjub sama drama/serial luar negeri, tapi juga sama ide-ide cerita yang mereka angkat karena ada drama/serial yang berani ngangkat hal-hal yang masih kontroversial di masyarakat(nya) dari sekadar cerita cinta belaka. Walaupun memang unsur percintaan masih tetap ada di drama-drama itu, sebagai bumbu pelengkap mungkin(?)

Gua nonton Lie To Me dan berkhayal, seandainya ada serial Indonesia yang berani ngangkat tema cerita seperti ini. Gua tahu memang cerita semacam ini nggak sesuai dengan 'permintaan' masyarakat, tapi siapa tahu masyarakat suka bukan kalau aja ada yang mau bikin? Toh selama ini belum pernah dicoba (sepertinya).

Temen gua nonton sebuah ftv yang di dalamnya menayangkan tentang orang 'gila' yang masih aja dipasung sama masyarakat. Dia bikin kicauan soal ini di Twitter dan bilang kalau dia berharap media nggak nunjukkin hal semacam itu. Dia bilang seharusnya media jadi sarana pencerdasan bagi masyarakat tentang bagaimana harusnya menangani orang yang dibilang gila.

Gua setuju banget sama dia. Ada banyak banget mitos-mitos yang berkaitan dengan psikologi di masyarakat yang belum diluruskan. Dan seharusnya media lah yang membantu pelurusannya bukan malah makin melencengkan masyarakat ke pemahaman yang salah.

Gua rindu tontonan, tayangan, atau sinetron yang nggak melulu isinya soal cinta-cinta remaja, agama, perjuangan orang yang terzalimi, kehidupan si miskin yang selalu bersyukur dan akhirnya hidup senang, atau ide-ide cerita lainnya yang sering muncul di sinetron Indonesia. Gua rindu tayangan yang lebih bermutu di televisi atau media-media Indonesia, yang mendidik dan mencerdaskan.

Kata temen gua, harapan gua itu susah diwujudkan. Karena tayangan cerdas macam itu nggak cocok sama masyarakat Indonesia. Iya memang tayangan kayak gitu nggak cocok sama masyarakat kita, karena masyarakat kita belum semuanya cerdas dan menginginkan yang sama kayak gua, adanya tontonan-tontonan yang bermutu. Tapi kayak gua bilang sebelumnya, toh belum pernah dicoba, mana bisa tahu kalo masyarakatnya memang nggak suka? Lagipula, siapa tahu kan dengan tayangan yang lebih cerdas bisa membantu mencerdaskan bangsa ini.

Gua, dengan nonton Lie To Me jadi mengembangkan minat sama Microexpression, begitu juga mungkin orang lain yang nonton. Ini menurut gua, salah satu contoh yang nyata dari gimana tayangan bisa mengubah penontonnya mulai dari minat, cara berpikir, cita-cita, dan banyak lagi elemen hidup seseorang. Bukan berarti gua menentang adanya tema cinta, agama, atau perjuangan hidup dalam film tapi mungkin ketimbang jadi tema utama mungkin hal-hal itu bisa jadi insight aja yang dimasukin dalam tayangan itu. Contohnya Lie To Me, yang bisa masukin semua insight itu ke dalam serial 3 musim yang jumlah episodenya nggak lebih dari 50.

Temen gua bilang dia pengen bikin Production House suatu saat nanti dan membuat tayangan-tayangan yang mencerdaskan. Gua sangat suka ide ini. Gua berharap keinginan dia bisa segera terwujud. Atau harapan gua deh tentang tayangan bermutu dulu yang terwujud. Semoga. Amin.

Kalau tontonannya udah cerdas, siapa tahu penontonnya yang adalah masyarakat juga bisa jadi cerdas.

Rabu, 02 Januari 2013

Foto waktu kecil

Jadi hari ini gua ke rumah Tulang gua, yah tahun baruan gitu.. Karena rumahnya deket, jadi kami jalan kaki ke sana. Awalnya cuma gua berdua sama nyokap, adek gua yang satu les jadi gabisa ikut dan yang satu lagi katanya capek habis pulang jalan-jalan ke Punclut.

Eh tau-tau adek gua yang bilang capek itu dateng. Dan dateng-dateng langsung bilang, "Kak, liat foto waktu kita kecil tea yuk." Awalnya gua bingung, foto waktu kecil apaan. Eh ternyata maksudnya foto waktu dulu dia dibaptis puluhan *tsaah, belasan tahun yang lalu gitu.

Begitu album fotonya diambil, kita nyari2 fotonya terus difotoin. Lucu deh mukanya waktu itu. Eh adek gua bilang gini, "Ih si Kanop mah kenapa waktu kecilnya lucu ai udah gedenya jelek? Eh engga ketang, semuanya pada kaya gitu.. waktu kecilnya pada cantik/ganteng ai udah gedenya...."

Iya juga ya, kok bisa kayak gitu ya? :p

Senin, 31 Desember 2012

Harapan Tahun Baru, Harapan Setahun Ke Depan

Sebuah kicauan di linimasa berkata begini, "@TweetRAMALAN: SCORPIO [2013] , Buka hati Anda, karena sepahit apapun masa lalu, menghindari cinta karena takut disakiti justru membuat berakhir kesepian."

Waktu saya baca itu, saya ngerasa ada benernya juga kicauan itu. Pada akhirnya saya akan kesepian kalau saya nggak mencoba membuka hati. Tapi yang jadi harapan saya tahun depan adalah, semoga sang pangeran tampan mau dengan berbaik hati dan berani membawa kunci serta membukakan hati dari budak yang nista ini.

Tidak cuma itu. Harapan tahun depan juga, saya bisa dapat kelompok KAUP (Konstruksi Alat Ukur Psikologis) yang baik dan menyenangkan dan bisa diajak kerja sama, serta semoga lulus mata kuliah ini dengan nilai yang memuaskan. Saya juga berharap IP semester lalu supaya bisa meningkat, drastis kalo bisa, supaya semester depan saya bisa ambil mata kuliah seenggaknya 22 SKS. Saya berharap semua mata kuliah semester ini lulus, walaupun sudah ada satu mata kuliah yang saya pasrah akan nilainya. Saya berharap semester depan bisa lebih baik dan lebih rajin.

Saya juga berharap semester depan bisa jadi orang yang lebih baik, lebih rajin, dan lebih peka terhadap orang lain. Bisa juga jadi orang yang lebih sabaran, lebih mau mendengarkan, lebih mau diam, lebih banyak introspeksi dan evaluasi, serta memperbaiki diri.

Saya berharap tahun depan dan tahun-tahun ke depannya saya bisa jadi anak yang lebih baik untuk orang tua saya, jadi kakak yang lebih baik dan bisa dibanggakan untuk adik-adik saya, jadi mahasiswa yang lebih baik juga. Saya juga berharap adik saya lulus UN (dua-duanya) dengan nilai yang memuaskan dan bisa diterima di sekolah lanjutan yang diinginkan. Saya berharap adik saya Elsa bisa masuk UI. Saya sih nggak masalah masuk fakultas/jurusan apapun (tapi kalo bisa sih jangan masuk psiko juga), yang penting masuk UI dan bisa bertahan. Saya juga berharap bisa lulus tepat waktu pada waktu yang tepat.

Masih banyak harapan saya, tapi akan sulit kalau harus menuliskannya satu per satu di sini. Pegel, karena saya membuat ini dari ponsel. Semoga harapan saya banyak yang terkabul, kalau bisa sih semua :p

Kamis, 27 Desember 2012

Pada Akhirnya

Pada akhirnya, sekeras apapun kau berusaha
Kau akan kembali kepada Tuhan
Mengandalkan lagi kekuatan-Nya yang jauh lebih berdaya daripadamu
Untuk menopang dan menguatkanmu menjalani kehidupan setelah ujian

Setelah berusaha dan berusaha
Tapi tidak yakin akan hasil akhirnya

Kau akan kembali pada-Nya
Memohon kebaikan dan kebajikan
Sebagai bagianmu
Atas hasil usaha dan kerja kerasmu
Pada akhirnya