Selasa, 09 September 2014

Tabel Konversi IPK ke Nilai. Turns Out I'm Not As Stupid As I Thought I Was.





C.G.P.A. Conversion Table

4.0 Scale
4.3 Scale
4.5 Scale
5.0 Scale
100 Points Scale
3.97 ~ 4.0
4.26 ~ 4.3
4.46 ~ 4.5
4.95 ~ 5.00
100
3.92 ~ 3.96
4.22 ~ 4.25
4.41 ~ 4.45
4.90 ~ 4.94
99
3.88 ~ 3.91
4.17 ~ 4.21
4.36 ~ 4.40
4.84 ~ 4.89
98
3.84 ~ 3.87
4.12 ~ 4.16
4.31 ~ 4.35
4.79 ~ 4.83
97
3.80 ~ 3.83
4.08 ~ 4.11
4.26 ~ 4.30
4.73 ~ 4.78
96
3.75 ~ 3.79
4.03 ~ 4.07
4.21 ~ 4.25
4.68 ~ 4.72
95
3.71 ~ 3.74
3.98 ~ 4.02
4.16 ~ 4.20
4.62 ~ 4.67
94
3.67 ~ 3.70
3.93 ~ 3.97
4.11 ~ 4.15
4.57 ~ 4.61
93
3.62 ~ 3.66
3.89 ~ 3.92
4.06 ~ 4.10
4.51 ~ 4.56
92
3.58 ~ 3.61
3.84 ~ 3.88
4.01 ~ 4.05
4.45 ~ 4.50
91
3.49 ~ 3.57
3.75 ~ 3.83
3.91 ~ 4.00
4.34 ~ 4.44
90
3.41 ~ 3.48
3.65 ~ 3.74
3.81 ~ 3.90
4.23 ~ 4.33
89
3.32 ~ 3.40
3.56 ~ 3.64
3.71 ~ 3.80
4.12 ~ 4.22
88
3.24 ~ 3.31
3.46 ~ 3.55
3.61 ~ 3.70
4.01 ~ 4.11
87
3.15 ~ 3.23
3.37 ~ 3.45
3.51 ~ 3.60
3.90 ~ 4.00
86
3.07 ~ 3.14
3.27 ~ 3.36
3.41 ~ 3.50
3.79 ~ 3.89
85
2.98 ~ 3.06
3.18 ~ 3.26
3.31 ~ 3.40
3.68 ~ 3.78
84
2.90 ~ 2.97
3.09 ~ 3.17
3.21 ~ 3.30
3.57 ~ 3.67
83
2.81 ~ 2.89
2.99 ~ 3.08
3.11 ~ 3.20
3.45 ~ 3.56
82
2.72 ~ 2.80
2.90 ~ 2.98
3.01 ~ 3.10
3.34 ~ 3.44
81
2.64 ~ 2.71
2.80 ~ 2.89
2.91 ~ 3.00
3.23 ~ 3.33
80



Di atas itu tabel konversi IPK (atau GPA) ke nilai dalam skala 100, gue dapet dari Guidelines pendaftaran beasiswa ke luar negeri. Setelah liat itu, gue ngerasa sedih karena belakangan ini udah mengasihani diri sendiri akibat IPK yang nggak sampe angka 3.00 dari skala 4.00.

Entah salah siapa gue bisa sampe mengasihani diri sendiri, tapi kemungkinan besar itu karena omongan orang-orang yang ketemu gue dan pas tau IPK gue nggak nyampe 3.00, mau dosen mau orang-orang lainnya, selalu bilang "Kenapa IP-nya nggak sampe 3.00? Nanti susah nyari kerja loh. Naikin sana IP-nya." atau semacamnya.

Akibat dari omongan itu gue jadi menyalahkan diri sendiri, ngerasa kalau gue itu bego karena IPK nggak sampe 3.00. Padahal kalau berdasarkan konversi di atas, nilai gue ternyata lebih dari 80. Nggak seburuk yang gue kira. Dan bukannya kalau segitu aja udah cukup baik?

Ayolah, mereka yang nggak ngejalanin belum tentu bisa kayak gue. Dapet nilai di atas 80 dengan kurang usaha selama kuliah. Yah, meskipun nilai-nilai yang gue dapet itu bisa aja ada hasil belas kasihan dosen-dosen buat mahasiswa macam gue yang IP-nya nggak sampe 3.00 ini.

Dari hasil kuliah gue, gue belajar banyak hal dan itu yang penting. Bukan cuma nilai IPK. Mulai sekarang, gue mau bangga karena udah lulus kuliah. IPK gue mungkin nggak sampe 3.00, tapi bukan berarti gue itu bego atau nggak bisa dapet kerja. Gue nggak mau bikin hasil kerja keras emak gue buat nyekolahin gue sampe jadi sarjana berakhir dengan gue yang justru mengasihani diri.

Sekarang, mari hidup lebih layak. Cari kerja magang yang banyak, terus kumpulin uangnya dan liburan kitah!! 잘 먹고 잘 살자 이제!!

Senin, 01 September 2014

Perdu.

Sambil nungguin interview, ada dua orang lain di ruangan yang sama dengan gue lagi nunggu interview hr juga. Lalu dari mulai ngomongin cara menemukan gedung kantornya (both of them are not from Jakarta), sampe ngomongin jurusan psikologi tempat mereka menimba ilmu dulu.

A: Aku kan lulusan pertama di kampus, makanya masih suka ke kampus. Ngeliatin anak-anak baru gitu. Kalo berani macem-macem, siapa lu?, begitu..
B: Oh lulusan pertama, kalo aku lulusan pertamanya 2004. Jadi udah lumayan tua juga.

.... dan sambil mereka terus ngobrol, gue mikir: lulusan pertama fakultas gue? Sekarang udah punya cucu yang udah lulus kuliah kali.. wong tahun 50an..

Lucu ya ngeliatin orang ngobrol itu, kocak-kocak kadang. Terus jadi makin merasa seperti perdu yang kayak nggak ada tapi ada.

Minggu, 31 Agustus 2014

Tidak Adakah?

Jadi pendeta hari ini berkata, "Orang yang melakukan masturbasi, gay, lesbian, biseksual, transgender, adalah orang-orang yang hatinya tidak dipenuhi oleh Roh Kudus. Karena kalau hatinya dipenuhi Roh Kudus, mereka pasti tidak akan melakukan itu lagi." (<---- hasil intisari kalimat, bukan hasil kutipan asli).

Lalu waktu denger itu, yang pertama gue terpikir adalah "Yang bener aja!". Entah kenapa. Lalu sambil pendeta terus bicara dan menyebutkan semua hal di atas sebagai "kegiatan" yang berdosa, gue berpikir apa tidak ada pendeta yang tidak menganggap itu sebagai kegiatan dosa? Yang menerima keberadaan "monster-monster" (kalau seperti yang diistilahkan oleh pendeta ini) itu sebagai orientasi seksual, bukan sebagai kegiatan? Gue pernah denger ada ustadz yang mengakui lgbt bukan sebagai kegiatan, tapi adakah pendeta yang seperti itu? Penasaran jadinya.

Setiap denger yang begini, selalu jadi bingung sendiri. Padahal katanya ajaran Kristus yang utama adalah kasih, sementara kasih yang diajarkan Tuhan itu tidak menghakimi (seperti yang diajarkan di khotbah Tuhan di bukit). Nggak cuma di agama Kristen aja sih, di hampir semua ajaran katanya mengajarkan kasih-mengasihi tapi kenapa mereka begitu keras menghakimi orang lain yang berbeda dengan mereka? Miris gue jadinya. Semoga gue nggak jadi orang yang suka menghakimi orang lain, terutama dalam orientasi atau preferensi seksual orang lain.

Jumat, 22 Agustus 2014

When you think you can't go on any longer...

When you think you can't go on any longer, true endurance comes into play. When you think you can't go on any longer is the starting point of your true fight. Don't let your failures put you down. Turn them into stepping stones. I hope you achieve your dreams and control of your future.

Saat Anda merasa tidak sanggup lagi, saat itulah kekuatan yang sesungguhnya dimulai. "Aku sudah tidak kuat lagi", "Aku sudah tidak tahan lagi", saat itulah perjuangan Anda yang sebenarnya dimulai. Kegagalan bukanlah sebuah kegagalan, melainkan batu loncatan dan melalui itulah saya harap Anda meraih impian dan masa depan Anda.

(Young-pyo Lee, ex-South Korean National Representative Football Player, KBS World's 'Happy Together' broadcasted on August 21th, 2014)

Minggu, 17 Agustus 2014

Chikami

Barusan abis nyobain resep dari Late Night Cafeteria-nya 'Happy Together Season 3'. Nama aslinya Chikara (Chicken Kare Ramyeon), tapi berhubung yang dipake itu mi instan, namanya dimodifikasi dikit jadi Chikami (Chicken Kare Mi) :p Resep ini bisa dilihat di episode 266. Resep ini yang jadi pemenang dan nampang di menu kafeteria itu (kira-kira tahun 2013, kumpulan resepnya dijadiin buku resep beneran tapi kayaknya cuma dijual di Korea Selatan).

Bahan:
1 bungkus mi instan
1 sdm bumbu kare*
1 slice keju
Air +/- 300 mL

*bumbu kare yg dipakai di acaranya itu kare jepang, tapi kalau nggak ada bisa diganti pake kare jawa alias kari. Boleh tambahin sayuran atau telor atau bahan tambahan lainnya supaya rasanya makin kaya

Cara memasak:
1. Masak mi instan kayak biasa di air yang udah mendidih.
2. Tambahin bumbu mi instan setengahnya aja ditambah dengan bumbu kare tadi.
3. Tambahin keju dan aduk-aduk sampai bumbunya rata dan kuahnya mengental
4. Boleh ditambahin 1 slice keju lagi di atasnya buat mempercantik tampilan.

Komentar setelah makan:
Di episode itu, semuanya pada makan dengan lahap kayak mi-nya itu enak banget. Tapi emang beneran ternyata enak banget. Deskripsi Kim Suro yang bilang kalau, "Awalnya rasa dan aroma karenya kuat banget, tapi kemudian rasa kejunya mulai muncul. Rasa karenya yang kuat seperti tembok, tapi semakin dikunyah rasa kejunya pelan-pelan melingkupi tembok karenya itu. Enak."

Gue sendiri sebenernya di awal makan ngerasa karenya terlalu kuat. Sebenernya gue masaknya tanpa nambahin bumbu mi instan ke dalam mi. Setelah makan dan ngerasa karenya terlalu kuat, ditambah agak hambar karena kurang garam jadilah gue tambahin si bumbu itu setengahnya. Baru setelah itu rasanya jadi mantep. Semakin mi habis dan sisa kuahnya, baru deh beneran bisa ngerasain tembok rasa kare yang diliputi sama rasa keju (kayaknya keju sama mi-nya kurang nyampur deh yang gue ini).

Anyway, ini resep kedua yang gue coba dari Late Night Cafeteria. Sebelumnya ada Oreo Deep Fry, yang gue post juga di sini. Ada 100 lebih resep yang pengen gue coba, nanti setiap gue coba pasti gue post di sini buat kenang-kenangan.

Ps: saking enaknya, gue makan terus ini mi dan nggak inget ambil fotonya. Begitu abis baru deh inget mau post blog, dan menyesal karena ga ada foto.

Rabu, 02 April 2014

Iseng Nyocokin Hehehe

Tau dong ya kalo di Facebook (biasanya) suka ada yang post tentang nama atau julukan berdasarkan tahun lahir, tanggal lahir, abjad pertama dari nama depan, dll. Terus gue nyoba itu, cuma kalo ini berdasarkan tanggal lahir dan bikinnya dari nama-nama waktu dalam bahasa Batak. Suka deh gue sama nama gue itu, hehehe :)

Nama-nama bulan dalam bahasa Batak

1. Sipaha sada adalah bulan pertama
2. Sipaha dua adalah bulan kedua
3. Sipaha tolu adalah bulan ketiga
4. Sipaha opat adalah bulan keempat
5. Sipaha lima adalah bulan kelima
6. Sipaha onom adalah bulan keenam
7. Sipaha pitu adalah bulan ketujuh
8. Sipaha ualu adalah bulan kedelapan
9. Sipaha sia adalah bulan kesembilan
10. Sipaha sampulu adalah bulan kesepuluh
11. Li adalah bulan kesebelas
12. Hurung adalah bulan keduabelas

Nama-nama hari dalam bahasa Batak
1. Artia
2. Suma
3. Anggara
4. Muda
5. Boraspati
6. Singkora
7. Samisara
8. Antian ni aek
9. Sumani mangadap
10. Anggara sampulu
11. Muda ni mangadap
12. Boraspati ni tangkok
13. Singkora purnama
14. Samisara purnama
15. Tula
16. Suma ni holom
17. Anggara ni holom
18. Muda ni holom
19. Boraspati ni holom
20. Singkora mora turun
21. Samisara Mora turun
22. Antian ni anggara
23. Suma ni mate
24. Anggara ni begu
25. Muda ni mate
26. Boraspati na gok
27. Singkora duduk
28. Samisara bulan mate
29. Hurung
30. Ringkar

Nah, karena gua lahirnya bulan November tanggal 14, nama gue kalo digabungin jadi: Samisara Purnama Li (kayak nama orang dari negeri tiongkok ya hehehe). Lucu deh.

Terus kenapa gue post soal ini? Nggak tau. Iseng aja, hahahaha :D  Hmm.. oh, soalnya ada beberapa nama hari yang gue suka, makanya gue post deh tentang ini. Para pembaca silakan coba juga, siapa tahu namanya jadi unik hehehe (siapa tau~ ..) ;)

sumber:
http://batakpedia.org/kalender-batak-panjujuran-ari-dan-parhalaan/

Sabtu, 22 Februari 2014

Mimpi

Kata orangimpi itu cuma bunga tidur, kata buku mimpi itu hasil dari tekanan yang dialami diri. Mimpi itu begini mimpi itu begitu. Menurut gua mimpi itu kejadian yang ajaib dalam hidup gua.

Kenapa ajaib? Soalnya gara-gara mimpi, gua pernah nangis sesenggukan pas lagi tidur. Gilanya, gua nangis pas mimpi tentang cinta fitri (itu saking anehnya tu miimpi sampe-sampe gua masih inget sampe sekarang padahal udah berapa taun yang lalu itu). Gue juga pernah bangun-bangun kegirangan gegara mimpi ketemu Reza Rahadian dan salaman sama doi (anehnya ada Ben Kasyafani ngikut di mimpi gua itu padahal ngefans aja ngga). Gua juga pernah jadi kesel gegara mimpiin orang yag gua sebel. Intinya mimpi itu ajaib deh.

Nah kemarin malem gua mimpi yang menurut gua bikin ngeri. Masak diimpi kemarin gua (gatau kenapa penyebabnya) motong satu ruas jari kelingking gua. Pake tangan sendiri pake piso sendiri (kalo nggak aalah sih piso kecil gitu). Pas di mimpi sih nggak berasa sakit. Tapi begitu sadar dan inget lagi sama mimpi itu, malah berasa sakit gitu jari gua. Gua inget hal pertama yang gua lakuin begitu bangun aja ngecek jari gua dulu masih utuh atau nggak. Dan sampe sekarang pun masih berasa nyut-nyutan gitu ini jari.

Kenapa ya gua bisa mimpi kayak gitu? Sumpah ini jari nyut-nyutan gitu sekarang dan gua jadi parno sendiri jari gua ilang tiba-tiba.

Senin, 27 Januari 2014

Jalan Beraspal: Catatan Ucapan Syukur

Langit yang biru semakin lama semakin gelap. Mentari sudah turun hendak kembali ke peraduannya. Tinggal aku sendiri di sini. Terduduk di halte yang sepi, menanti bus yang tak juga menghampiri. Lalu aku teringat akan berbagai macam hal. Yang kulalui hari ini, yang terjadi berpuluh tahun lalu, dan hal-hal yang dulu pernah aku harapkan terjadi dalam hidup. Banyak yang kusesali, banyak pula yang kusyukuri. Ketika kusadari, aku tahu bahwa hidupku tak sedatar yang aku bayangkan.

Di hadapanku lalu lalang kendaraan berlalu. Mulai dari yang kecil sampai yang besar. Mulai dari yang murah sampai yang mahal. Jalanan yang mereka lalui tidak semulus kelihatannya. Jalan itu rapi, diaspal, dan tampak bagus. Tapi di sana ada juga polisi tidur, lubang-lubang kecil, dan kerikil yang harus mereka lintasi. Saat melalui polisi tidur dan jalan berlubang, kendaraan-kendaraan itu berguncang. Tapi tak membuat mereka terjatuh. Saat melalui kerikil, mereka merasakan ada yang mengganggu tapi mampu melewatinya tanpa hambatan. Lalu aku bersyukur. Aku teringat akan hidup yang juga demikian. Tampak bagus dan indah dari luarnya tapi ada banyak hambatan yang hanya dia sendiri yang bisa merasakan. Mungkin juga orang-orang di sekitarnya. Tapi semua orang mengalami hal yang sama. Tanpa terkecuali setiap orang pasti memiliki hambatan tersendiri dalam hidupnya. Tapi itulah yang membuat hidup itu menjadi menarik.

Sore ini mungkin tak istimewa, tapi aku bisa mempelajari hidup dari melihat jalanan di depanku saja. Mari lebih banyak bersyukur mulai sekarang, dengan begitu mungkin aku akan lebih bahagia. :)


ps: wah ternyata waktu itu gagal publish.. karena baru liat barusan, jadinya publikasinya sekarang deh

Kamis, 24 Oktober 2013

Miracle in Cell No. 7 - Penguras Air Mata

Nonton film ini tuh ya, sumpah, nguras air mata. Meskipun gue merasa lebih baik karena gara-gara film inilah gue bisa nangis lagi sampe sesenggukan dan meluapkan banyak beban yang membuat dada sesak. Berbagai macam beban, mulai dari yang hubungannya sama kampus sampe status sebagai seorang anak.
Gara-gara nonton film ini, gue bersyukur pernah ngerasain punya bapak yang mau mendukung gue bahkan di saat tersulit gue. Dan gue menyesal karena sekarang gue nggak punya bapak, dan nggak ada orang yang bisa speak up buat gue di saat gue terdesak dan kesulitan. Gue jadi inget waktu gue kelas 3 SD,  inget punggung bapak gue yang pergi keluar dari kelas setelah  bilang sama Bu Maria buat ngebersihin nama baik gue. Waktu itu gue dituduh nyuri gelang emas 10 gram punya temen gue, padahal nggak. Ngeliat aja nggak pernah, gue bilang sama bapak. Dan bapak dateng ke sekolah, masih pake baju tidur cuma untuk ngebela gue di depan guru. Lalu gue mikir, seandainya bapak masih ada.. mungkinkah bapak juga dateng ke kampus waktu itu? Waktu gue nggak bisa membela diri gue sendirian?
Gara-gara nonton film ini, gue bersyukur pernah punya bapak yang meskipun nggak kayak bapak-bapaknya orang lain, dia nggak kalah baik dibandingin bapak orang lain. Bapak gue mungkin sering mukul gue dulu waktu kecil, tapi gue sekarang kangen banget dipukul bapak. Dipukul lagi juga gue rela, asal jangan sampe berdarah-darah aja. Buat gue sekarang, itu mungkin cara khususnya bapak nunjukkin sayangnya sama gue. Meskipun sempat membuat gue benci setengah mati sama bapak. Tapi tau kan, kata orang sesuatu itu baru dirasain sangat berharga kalau itu udah nggak ada di hadapan kita. Dan begitulah bapak gue.
Gara-gara nonton film ini, gue bersumpah gue nggak akan pernah ngelupain bapak sama semua hal yang pernah dilakuin bapak sama gue. Baik atau buruk, bapak itu bapak gue. Yang selalu bikin gue nangis setiap kali nonton film tentang anak dan orang tua, bahkan ampe sekarang. Setelah dua ribu hari lebih dia nggak ada.
Gue bahkan berjanji dalam hati kalau gue akan memberikan apa yang bapak dulu harapkan. Gue akan sebisa mungkin berusaha dan berdoa supaya si Elsa bisa jadi jaksa. Seperti harapannya Bapak dulu.
Anyway, sudah ah sedih-sedihnya. Intinya sih, film ini bagus banget. Nggak heran kalo filmnya laku keras di sana, sampe ada di posisi teratas melulu kan sampe sekarang juga kayaknya masih. Buat ngerasa susah menjalani hidup, saran gue.. cari film yang sedih-sedih lalu nangis sepuasnya. Sesudahnya, kalo kalian ngerasa lebih lega, jalani lagi hidupmu seperti nggak ada apa-apa sebelumnya. Buat apa nahan-nahan air mata kalo ujung-ujungnya cuma nipu diri sendiri karena sok kuat. Mendingan nangis sekarang, terus berusaha lebih keras untuk membuat diri lebih kuat. Kan katanya hidup berjalan terus, jadi kita juga harus ikut berjalan. Hidup itu bukan eskalator yg akan membawa kita ke atas meskipun kita diem aja, hidup itu treadmill.. sama-sama jalan sendiri tapi kalo kamu nggak melangkah, kamu pasti akan jatuh. (Sok bijak ya gue, maafkan~)

Senin, 07 Oktober 2013

Seperti Hujan Dan Musik

 Aku memikirkanmu.
Di saat hujan tercurah ke atas tanah,
Dan musik mengalun merdu.
Mengingat kembali malam itu,
Ketika kau meninggalkanku.
Hari itu,
Hujan pun turun seperti hari ini.

Lagi, aku berdiri dibawah hujan lagi hari ini.
Mencoba melewati hari,
Tanpa dirimu.

Seperti alunan musik yang merdu,
Begitulah kisah kita,
Kisah-kisah tentang cinta kita.
Seperti derasnya hujan,
Ia mendatangkan luka.
Terasa begitu menyakitkan.

Duhai kekasih jiwa,
Tak bisakah kau tetap di sini?
Di sampingku.
Karena hanya kaulah yang kucinta.
Satu, selamanya, di dunia.

Kalau kau meninggalkanku seperti ini,
Tak ada lagi bagiku bahu untuk bersandar,
Hilanglah tempat untuk menangis,
Saat hidup mulai terasa terlalu memberatkan.

Tetapi hari ini,
Aku berdiri di bawah hujan.
Melewati sehari lagi,
Hanya dengan kenangan,
Tentang dirimu dan indahnya cinta kita,
Dahulu,
Yang pernah mengalun indah,
Seperti musik yang merdu,
Karena kini kau sudah pergi.


terjemahan dengan modifikasi dari Like Rain Like Music - Kim Hyunsik (비처럼 음악처럼)